Senin, 27 Februari 2012

Laporan Kegiatan Observasi


BAB I
PENDAHULUAN

Kebun Percobaan Cipaku (KP Cipaku adalah kebun percobaan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat). Tugas Kebun Percobaan Cipaku menyiapkan bahan untuk penelitian, pengkajian, perakitan teknologi tepat guna, penyampaian paket teknologi, pelayanan teknik dan melaksanakan perawatan, pelestarian dan karakterisasi koleksi plasma nutfah buah-buahan.
Sebelumnya Kebun Percobaan Cipaku adalah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Cipaku yang merupakan kebun percobaan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat.

Lokasi Dan Iklim
Kebun Percobaan Cipaku dengan luas lahan 3,5 Hektar berlokasi dikelurahan Cipaku, Bogor Selatan Kota Bogor. Jenis tanah laktosal, tinggi tempat 220 m.dpl dengan curah hujan rata-rata 2600 mm, suhu berkisar  antara 200 C – 300 C dan kembaban nisbi 60% - 80%.
Dengan demikian Kebun Percobaan Cipaku adalah merupakan lahan kering beriklim dengan ketinggian sedang. Untuk mencapai lokasi dari terminal Baranangsiang dengan angkot nomor 06 Ciheuleut atau nomor 13 Bantarkemang sampai depan Museum Zoology atau Jalan Lawing Sekateng,  kemudian naik angkot nomor 04 Ranca Maya turun didepan kantor Balai Desa Cipaku / PAM Cipaku lihat peta lokasi.

Tugas Dan Fungsi
Kebun Percobaan Cipaku adalah sebagai pelaksana teknis dari BPTP Jawa Barat yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala BPTP Jawa Barat.
Tugas dan fungsinya adalah sebagai berikut:
-          Menyiapkan bahan pelaksanaan penelitian komoditas buah-buahan
-          Menyiapkan bahan pengujian perakitan teknologi tepat guna untuk komoditas buah-buahan.
-          Menyiapkan bahan dalam rangka penyampaian paket teknologi hasil pengujian dan perakitan komoditas buah-buahan sebagai materi penyuluhan pertanian.
-          Menyiapkan bahan pelayanan teknik kegiatan pengkajian komoditas buah-buahan.
-          Melaksanakan perawatan, pelestarian dan pemanfaatan koleksi plasma nutfah buah-buahan.

Dalam hal ini KP Cipaku berfungsi sebagai berikut:
a)      Melaksanakan perawatan, pelestarian dan pemanfaatan koleksi plasma nutfah buah-buahan untuk menghindari kemungkinan menyebarnya penyakit yang etrbawa dari luar.
b)      Memperbanyak bibit hasil pengumpulan (Eksplorasi) plasma nutfah buah-buahan untuk menghindari ek situ di KP Cipaku.
c)      Menyediakan bibit/mata temple untuk pembentukan pohon induk di balai-balai di Indonesia.


.........................................................................................................................................................................

BAB II
PEMBAHASAN

A.   Koleksi Plasma Nutfah Dan Pemanfaatananya
Jumlah koleksi plasma nutfah buah-buahan ada 40 komoditas, yang terdiri dari 188 kultivar dan berjumlah 714  pohon/rumpun.
Table 1. Koleksi Plasma Nutfah Buah-Buahan Tahun 2010.



No.
Komoditas
Jumlah Kultivar
Jumlah Tanaman
1
Alkesa
1
1
2
Alpukat
1
9
3
Basia
2
2
4
Belimbing
10
70
5
Belimbing Wuluh
1
2
6
Bisbul
1
2
7
Cempedak
1
1
8
Cola-Cola
1
2
9
Duku
6
17
10
Durian
48
218
11
Gandaria
1
2
12
Jambu Air
9
18
13
Jambu Biji
3
3
14
Jambu Harman
1
8
15
Jambu Mete
1
4
16
Jeruk
20
113
17
Kepel
1
5
18
Kupa
1
1
19
Kranji
1
1
20
Kapulasan
1
8
21
Leci
2
10
22
Lengkeng
9
15
23
Mahkota Dewa
1
9
24
Mangga
4
9
25
Manggis
8
29
26
Matoa
2
3
27
Melinjo
1
17
28
Menteng
1
3
29
Mundu
1
4
30
Nam-Nam
1
2
31
Nangka
4
9
32
Nona
1
1
33
Pete
1
2
34
Pisang
5
35
35
Rambutan
24
56
36
Salak
2
6
37
Sawo
3
12
38
Sawo Belanda
1
12
39
Sirsak
2
3
40
Langsat
1
1
Jumlah
188
714


Kultivar dari plasma nutfah komoditas buah-buahan / unggul dan telah dilepas sebagai varietas baru diadakan perlabelan pohon induk. Sampai saat ini perlabelan pohon induk baru pada tanaman durian, rambutan, belimbing, nangka, jambu air dan manggis. Dari bagian pohon induk tersebut akan digunakan perbanyakan bibit secara vegetatif  agar sifatnya sama seperti induknya.
Table 2. Pohon induk buah-buahan berlabel di KP Cipaku Bogor Tahun 2010.


No.
Komoditas 
Varietas/ Kultivar
No. Pohon Induk
Jumlah
1

Durian




Matahari
Dr.Z/JBT/1.026/04/2008
9
Matahari
Dr.Z/JBT/1.100/04/2008
11
Sitokong
Dr.D/JBT/1.041/04/2008
10
Sitokong
Dr.D/JBT/1.001/04/2008
1
Sunan
Dr.A/JBT/1.002/04/2008
1
Sunan
Dr.B/JBT/1.080/04/2008 1.081
2
Kane
Dr.G/JBT/1.065/04/2008 1.079
15
Kane
Dr.G/JBT/1.003/04/2008 1.005
3
Otong
Dr.F/JBT/1.019/04/2008 1.025
7
Otong
Dr.F/JBT/1.051/04/2008 1.054
4
Otong
Dr.F/JBT/1.095/04/2008 1.097
3
Otong
Dr.F/JBT/1.098/04/2008 1.099
2
Hepi
Dr.AA/JBT/1.006/04/2008
1
Hepi
Dr.AA/JBT/1.005/04/2008 1.064
10
Sukun
Dr.C/JBT/1.007/04/2008
1
Petruk
Dr.A/JBT/1.082/04/2008 1.084
4
2
Belimbing

Dewi Murni
Bm.C/JBT/1.008/04/ 2008 1.011
4
Dewi Murni
Bm.C/JBT/1.111/04/ 2008 1.114
4
Simanis
Bm.E/JBT/1.086/04/ 2008 1.089
4
Simanis
Bm.E/JBT/1.118/04/ 2008 1.121
4
Dewa Baru
Bm.D/JBT/1.114/04/ 2008 1.014
4
Dewa Baru
Bm.D/JBT/1.114/04/ 2008 1.017
4
3
Rambutan
Rapiah
Rm.B/JBT/1.015/04/2008 1.117
3
Binjai
Rm.A/JBT/1.035/04/2008 1.040
6
Binjai
Rm.A/JBT/1.123/04/2008 1.125
3
Lebak Bulus
Rm.C/JBT/1.018/04/2008 1.117
1
Lebak Bulus
Rm.C/JBT/1.026/04/2008 1.117
1
Garuda
Rm.G/JBT/1.127/04/2008 1.117
1
Tankue
Rm.K/JBT/1.128/04/2008 1.117
1
4
Nangka
Sikandel
Nk.D/JBT/1.122/04/2008
1
5
Manggis
Kaligesing
Mi.A/JBT/1.129/042008
1
6
Jambu Air
Citra
Ja.B/JBT/1.130/04/2008 1.131
2


Citra
Ja.B/JBT/1.132/04/2008 1.136
5
Jumlah
133


Dalam rangka pemanfaatan koleksi plasma nutfah buah-buahan serta melaksanakan tugas menyiapkan bahan untuk penelitian, pengkajian maupun bahan dalam rangka penyampaian hasil pengkajian mata entres dari pohon induk yang berlabel dan menyediakan bibit atau petani lainnya untuk pembuatan bibit berlabel maupun untuk kebun produksi.


A.   Kegiatan Observasi
Kegiatan selama Di Kebun Percobaan Cipaku antara lain:
-          Melihat berbagai jenis tanaman yang ada di Kebun Percobaan Cipaku
-          Mempelajari keanekaragaman tanaman yang terdapat di Kebun Percobaan Cipaku
-          Mempelajari perkembangbiakan pada tanaman yang ada di Kebun Percobaan Cipaku, terutama dengan cara vegetatif (okulasi, menyambung dan mencangkok)
-          Melakukan perkembangbiakan pada tanaman (okulasi, menyambung dan mencangkok)

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.      Mencangkok
Mencangkok adalah suatu teknik perbanyakan tanaman dengan cara merangsang timbulnya perakaran pada cabang pohon sehingga dapat ditanam sebagai tanaman baru.  Besarnya cabang sebesar ibu jari sampai pergelangan tangan dewasa.
Jangan mencangkok cabang yang terlalu muda atau terlalu tua karena cabang terlalu tua akan sukar keluar akarnya dan yang terlalu muda akan mudah patah serta lambat berbuah.
Panjang dari ujungnya cabang sampai tempat cangkokan 50-100 cm tergantung besar cabang yang dicangkok.
Alat dan bahan yang dibutuhkan diantaranya: Tanaman yang akan dicangkok, misalnya jambu air, jambu biji, mangga, rambutan, dsb; Tanah yang gembur; pupuk kandang; pisau atau kater yang tajam; gergaji; pembungkus dari plastik, sabut, atau ijuk; tali raffia; dan kantong plastik hitam (polybag).
Langkah-langkah mencangkok:
-          Pilihlah pohon induk sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki.
-          Pilihlah cabang pada pohon induk yang terpilih yang tidak terlalu tua.
-          Kupaslah kulit cabang pada salah satu buku selebar kira-kira 4 cm.
-          Bersihkanlah kambium yang terdapat pada cabang yang telah dikupas, dan keringkanlah, untuk tanaman yang bergetah keringkanlah 3-4 hari.
-          Buatlah adonan tanah dan pupuk kandang secukupnya.
-          Tempelkanlah adonan itu pada cabang yang telah dikupas dan bungkuslah dengan sabut kelapa atau plastik.
-          Ikatlah kedua ujung bungkusan dengan tali.
-          Siramlah cangkokan secara teratur.
-          Tunggulah sampai akar berkembang
-          Potonglah cangkokan di bawah bungkusan bila akar sudah banyak
-          Pindahkanlah cangkokan ke polibag atau ditanam langsung.

2.      Menyambung
Menyambung adalah cara perbanyakan tanaman dengan cara menyambung pucuk (batang atas) yang berasal dari suatu tanaman induk pada tanaman lain (batang bawah).  Batang ataslah yang akan memberikan hasil sesuai dengan sifat induk yang diinginkan.   Batang bawah hanyalah sebagai tempat untuk tumbuh dan mengambil makanan dari dalam tanah. 
Peralatan yang dibutuhkan:
Ø  Pisau tajam dan bersih (diusahakan yang tipis).
Ø  Tali plastik pengikat sambungan.
Ø  Kantong plastik es atau plastik tipis untuk penutup.
Ø  Gunting pangkas.
Yang perlu diperhatikan sebelum menyambung:
v  Jangan terlalu banyak terkena sinar matahari.
v  Jangan menyambung saat hujan.
v  Keadaan tempat harus lembab.
Contoh tanaman yang dapat diperbanyak dengan cara sambung:
Ø  Alpokat.
Ø  Duku.
Ø  Mangga.
Ø  Manggis.
Ø  Nangka.
Langkah-langkah perbanyakan tanaman dengan cara sambungan:
ü  Pilihlah tanaman untuk batang atas dengan sifat yang dikehendaki dan batang bawah. Batang bawah dan batang atas mempunyai ukuran yang sama.
ü  Potonglah pucuk untuk batang atas dari pohon induk yang telah terpilih dan buanglah daunnya sehingga tersisa sepasang daun.
ü  Runcingkan bagian bawah batang atas.
ü  Potonglah batang bawah pada ketinggian 25 cm di atas permukaan tanah, dan dibelah di bagian atasnya selebar 2 –3 cm.
ü  Masukkan batang atas ke dalam belahan batang bawah
ü  Ikatlah sambungan pada bagian atas dan dibungkus dengan sungkup plastik.
ü  Periksalah sambungan sampai 2-3 minggu, bila batang atas masih segar sambungan berhasil.  Pembungkus dan tali dapat dibuka.
ü  Tunggu sampai tanaman siap dipindahkan.

3.      Okulasi
Okulasi adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menempelkan bagian kulit batang dari pohon yang kita sudah ketahui kelebihannya ke pohon baru yang sejenis agar kita dapat menikmati hasil yang sama dengan tumbuhan yang kita okulasi tersebut.tidak semua tumbuhan dapat diokulasi, tanaman yang dapat diokulasi dengan baik diantaranya: alpokat, belimbing, jeruk, manga dan sirsak.
Peralatan yang dibutuhkan:
ü  Pisau tajam dan bersih (diusahakan yang tipis).
ü  Tali plastik pengikat sambungan.
ü  Gunting pangkas.
Langkah-langkah perbanyakan tanaman dengan okulasi adalah:
-          Pilihlah pohon induk sebagai sumber tunas/batang atas dan tanaman sebagai batang bawah sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki.
-          Kupaslah kulit batang bawah selebar 5-10 cm di atas permukaan tanah, sesuai dengan ukuran mata tunas dari batang atas.
-          Kupaslah mata tunas dari batang atas dan tempelkan pada batang yang telah dikupas secepatnya.
-          Ikatlah tempelan mata tunas pada bagian atas dan bawah dengan tali rafia agar mata tunas menempel dengan baik .
-          Biarkanlah kira-kira 2 – 3 minggu sampai mata tunas menjadi hijau.
-          Bukalah ikatan bila mata tunas sudah menjadi hijau.
-          Potong batang bawah di atas tempelan dan rundukkanlah bila sudah muncul 2 sampai 3 daun.
-          Potonglah batang bawah yang dirundukkan bila tunas sudah kokoh.
-          Bila batang bawah terdapat dibedengan, maka hasil okulasi harus dipindahkan ke polibag dan menunggu waktu yang tepat untuk dipindahkan ke lapangan, tetapi bila batang bawah terdapat di polibag, maka hanya perlu menunggu sampai hasil okulasi cukup kuat dipindah ke lapangan. 



                                     
Saran

Menurut pendapat kami,
Melestarikan tumbuhan sangat penting untuk kebutuhan makhluk hidup sebagai keseimbangan biologi secara alami.
Cara yang harus kita lakukan dengan mempelajari perkembangbiakan alami dan buatan. Salah satu caranya dengan vegetative buatan yang telah kami pelajari dari observasi di Kebun Hortikultura BPPTP Jawa Barat, Jalan Cipaku Bogor.
Dengan melakukan atau mempraktekan tumbuhan seperti mencangkok, stek (menyambung) dan okulasi.
Dengan ini bertujuan guru dituntut harus kreatif dan pintar dalam proses belajar mengajar, supaya pembelajaran diluar maupun didalam kelas tetap efektif dan menjadi aktif serta berkualitas. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar